Website Resmi UPTD SMPN 1 BAJUIN

Desa Tanjung Blok IIIA Kelurahan Tanjung Kec. Bajuin Kab. Tanah Laut - Kalsel

"Berilmu, Berakhlak Mulia, Berwawasan Lingkungan, dan Terampil Berlandaskan Iman & Tqwa"

SEKOLAH SWASTA JADI ALTERNATIF ORANGTUA MURID

Jum'at, 31 Mei 2019 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 35 Kali

Membaca berita koran Banjarmasin Post, Jumat, 31 Mei 2019, pada halaman pertama dengan judul “ Rina Tak Masalah Biaya Mahal “ dan subjudul “ Kouta Sejumlah Sekolah Swasta Juga Belum Terpenuhi”. Dalam beritanya, saat banyak sekolah dasar negeri (SDN)  di Banjarmasin kekurangan murid pasca Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) awal mei 2019, sejumlah SD swasta justru mendapatkan banyak pendaftar.

Rina bersyukur anaknya diterima  di SD Islam Terpadu (SDIT) Sabilal Muhtadin saat PPDB Maret 2019. Oleh karena lulus, dia tidak mendaftarakan anaknya di SDN pada PPDB Mei 2019. “ Iya alhamdulillah anak saya lulus di SDIT Sabilal Muhtadin, ‘ kata warga Komplek Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Kamis (30/5).

Dia pun berharap anaknya mendapatkan pengetahuan umum dan agama secara berimbang. Oleh karena itu Rina tak mempermasalahkan infaq gedung Rp 8 juta dan biaya bulanan Rp 600 ribu yang diterapkan pihak sekolah. Sepintas biaya tersebut terlihat mahal, namun bagi Rina sebenarnya relatif murah. “ Iya Rp 600 ribu itu sudah termasuk makan siang anak. Kan murah. Jadi anak tinggal pulang,”katanya.

Ketika sekolah dasar negeri (SDN)  mengalami kekurangan murid baru, pada sisi lain beberapa sekolah swasta yang melakukan pendaftaran lebih awal menjadi pilihan alternatif banyak orangtua untuk menyekolahkan anaknya. Sekolah swasta yang tentunya tidak gratis sebagaimana di sekolah negeri, karena salah satunya seperti yang diberitakan oleh koran di atas, yaitu biaya untuk pembangunan gedung sekolah tersebut. Tentu sah-sah saja pihak sekolah swasat memasang tarif biaya sekolah yang relatif mahal, karena memang mereka tidak mendapat bantuan atau subsidi dari pemerintah.

Dengan adanya alternatif sekolah yang begitu beragam, pihak orangtua tidak terfokus pada sekolah negeri saja, karena  bagi kalangan orangtua yang relatif mampu atau mengah ke atas, tentu pilihan untuk menyekolahkan anak-anak mereka sangat terbuka dan variatif. Sekolah swasta yang dikelola dengan baik, profesional, dan bermutu menjadi alternatif yang banyak dipilih oleh mereka dari kalangan keluarga menengah ke atas.  Biaya sekolah yang mahal  bukan masalah bagi mereka.

Menariknya, pilihan orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah diberitakan di atas, yaitu SD Islam Terpadu (SDIT) Sabilal Muhtadin,  bahwa memilih sekolah karena ingin anaknya mendapatkan pengetahuan umum dan agama secara berimbang. Keseimbangan pengetahuan umum dan agama inilah yang menurut orangtua menjadi pilihan utama dalam menyekolahkan anaknya, meski dengan biaya yang relatif mahal. Mungkin, pengalaman pribadi orangtua sendiri atau melihat kondisi yang dihadapi sekarang dan mendatang, sehingga menjadi pertimbangan mengapa mereka memilih sekolah swasta yang berbasis agama, seperti SD Islam Terpadu (SDIT)  yang makin banyak dipilih oleh orangtua saat ini.

Sekolah-sekolah yang bernuansa dan berbasis Islam yang dikemas dan dikelola secara modern dan profesional makin mendapat tempat di hati orangtua, khususnya bagi keluarga kalangan menengah ke atas. Pola pendidikannya menerapkan sistem yang memadukan pendidikan umum dan agama secara terpadu, sehingga siswa selain mendapatkan ilmu umum juga memiliki dasar-dasar ilmu dan amaliah agama yang kuat. Berbeda dengan sistem pendidikan dan kurikulum di sekolah negeri yang pada umumnya, sekolah yang berbasis agama ini mampu memadukan kurikulum umum dan agama secara relatif seimbang.

Pendidikan menjadi hal penting dan utama bagi orangtua dari kalangan menengah dan atas, sehingga mereka mencari sekolah yang terbaik bagi anak-anaknya dan biaya pendidikan yang relatif mahal bukan masalah pula bagi mereka.  Pilihan sekolah yang relatif banyak mungkin menjadi salah satu faktor mengapa siswa bari di sekolah negeri semakin tahun makin berkurang, terutama jenjang pendidikan sekolah dasar (SD). Wallahu a’lam.

###1502###

 

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT

Statistik Pengunjung