Website Resmi UPTD SMPN 1 BAJUIN

Desa Tanjung Blok IIIA Kelurahan Tanjung Kec. Bajuin Kab. Tanah Laut - Kalsel

"Berilmu, Berakhlak Mulia, Berwawasan Lingkungan, dan Terampil Berlandaskan Iman & Tqwa"

KEKURANGAN MURID BARU, MENGAPA?

Rabu, 29 Mei 2019 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 33 Kali

Dalam Tajuk koran Banjarmasin Post pada Selasa, 28 Mei 2019, pada halaman 6 dengan judul “Kekurangan Murid Baru”, diantaranya disebutkan beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada tahun ajaran 2019/2020 tampaknya akan kekurangan murid baru. Ini terekam dalam hasil Penerimaan  Peserta Didik Baru sistem zonasi, awal Mei 2019.

Setelah beberapa kali koran Banjarmasin Post mengangkat beritanya tentang fenomena kekurangan siswa dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan pada PPDB menjelang tahun pelajaran 2019/2020, akhirnya diangkat kembali fenomena tersebut dalam tajuknya. Fenomena kekurangan siswa atau murid baru sebagaimana diangkat oleh koran tersebut menjadi hal yang patut dicermati mengapa fenomena tersebut semakin banyak terjadi di berbagai daerah, khususnya di Kalimantan Selatan.  Apakah jumlah calon siswa baru tersebut jumlahnya berkurang? Apakah jumlah sekolah yang pertumbuhannya makin banyak, sedangkan pertumbuhan calon siswa stabil atau berkurang?

Bagi pengamat, praktisi, dan pihak yang peduli pendidikan patut mencermati dengan seksama adanya  fenomena kekurangan siswa baru dalam beberapa tahun terakhir ini untuk mengetahui faktor penyebabnya, sehingga dapat membantu dan memberikan solusi bagi perbaikan dalam mengelola sekolah ke depannya. Fenomena kekurangan siswa baru dalam beberapa tahun terakhir ini dapat berdampak kuran baik bagi dunia pendidikan kita, seperti yang diberitakan oleh koran Banjarmasin Post, Senin, 27 Mei 2019, pada halaman 9 dengan judul “ Disdik Panggil Kepsek Kurang Murid”, dan subjudul “ Rata-rata Cuma Dapat Satu Kelas”, serta “ SD di Banjarmasin Timur Kurang Peminat”. Dalam awal beritanya, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin berencana memanggil semua kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di kota ini yang masih kekurangan murid  atau siswa saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) zonasi awal Mei 2019 untuk bersabar dulu.

Menurut pengamatan yang penulis, adanya fenomena kekurang siswa baru yang diamali oleh sekolah negeri, baik SD maupun SMP, dalam setiap PPDB beberapa tahun terakhir ini bukan disebabkan oleh adanya berkurangnya jumlah calon siswa tersebut, namun adanya pertumbuhan sekolah swasta yang bernuansa keagamaan yang makin marak. Adanya sekolah swasta ayang membawa penyegaran yang inovatif dalam sistem dan pengelolaan sekolah menarik perhatian banyak orangtua, khususnya sekolah yang bernuansa keagamaan (Islam).

Perubahan paradigma dan persepsi orangtua siswa terhadap sekolah menjadi faktor penentu, terutama calon siswa SD. Adanya sekolah swasta yang berbasis keagamaan (Islam) menjadi pilihan atau alternatif yang menarik, sehingga orangtua cenderung memasukkan anaknya ke sekolah tersebut dengan pertimbangan untuk masa depan anaknya yang diharapkan memiliki ilmu umumdan agama yang seimbang. Banyak kalangan orangtua yang rela mengeluarkan biayayang relatif tinggi untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah swasta berbasis keagamaan (Islam) yang dinilai lebih mampu menjawab tantangan zaman sekarang dan nantinya.

Sekolah swasta berbasis keagamaan (Islam) makin banyak tumbuh di berbagai daerah dengan mengusung konsep pendidikan yang memadukan pendidikan umum dan agama secara seimbang dan terpadu. Kehadiran dan keberadaan sekolah swasta berbasis keagamaan (Islam tersebut menjadi alternatif dan mendapat sambutan positif dari kalangan orangtua, terutama dari kelas menengah ke atas. Bagi mereka, mengeluarkan biaya yang relatif mahal untuk pendidikan dan masa depan anaknya tidak menjadi permasalahan, karena mengingat pendidikan yang diberikan juga sesuai dengan harapan yang diinginkan, yaitu sekolah yang menerapkan kurikulum pendidikan umum dan agama sekaligus atau terpadu.

Berbagai sekolah swasta, terutama yang berbasis keagamaan (Islam),  menarik dan menjadi alternatif kalangan orangtua untuk menyekolahkan anaknya, tidak terpaku pada sekolah negeri semata. Pendidikan menjadi hal penting dan utama bagi orangtua dari kalangan menengah dan atas, sehingga mereka mencari sekolah yang terbaik bagi anak-anaknya dan biaya pendidikan yang relatif mahal bukan masalah pula bagi mereka.  Pilihan sekolah yang relatif banyak mungkin menjadi salah satu faktor mengapa siswa bari di sekolah negeri semakin tahun makin berkurang, terutama jenjang pendidikan SD dan SMP. Wallahu a’lam.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT

Statistik Pengunjung