Website Resmi UPTD SMPN 1 BAJUIN

Desa Tanjung Blok IIIA Kelurahan Tanjung Kec. Bajuin Kab. Tanah Laut - Kalsel

"Berilmu, Berakhlak Mulia, Berwawasan Lingkungan, dan Terampil Berlandaskan Iman & Tqwa"

SEKOLAH DENGAN POLA PENDIDIKAN KONVENSIONAL vs ALTERNATIF

Rabu, 29 Mei 2019 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 147 Kali

Perkembangan  IPTEK dan IT sangat besar pengaruhnya dalam pertumbuhan dan perkembangan jiwa dan keperibadian anak pada masa kini dan mendatang. Pengaruh yang mengandung dampak positif dan negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan jiwa dan kepribadian anak-anak sebagai generasi penurus keluarga , masyarakat, bangsa dan negara. Melihat kondisi yang nampak secara kasat mata dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana dengan mudahnya anak-anak melalui  handphone atau gawai yang lainnya dapat mengaskes berbagai informasi yang tersebar di dunia maya.

Semakin hari anak-anak atau generasi muda mengalami serangan pengaruh melalui media sosial, internet, dan hal-hal lain berbasis IT, sedangkan mereka tidak memiliki daya tangkal dan daya tahan terhadap berbagai serangan tersebut. Akibatnya, anak-anak dan generasi muda mulai terpengaruh atau menjadi korban dari dampak negatf IT tersebut. Kenyataan tersebut menjadi perhatian dan pemikiran dari beberapa kalangan orangtua yang memikirkan nasib anak-anak mereka di masa depan dengan berbagai pengaruh negatif kemajuan IT tanpa dibekali dengan pondasi ilmu  agama dan ilmu pengetahuan lainnya yang kokoh.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang menjadi tempat pendidikan anak-anak sekarang ini mulai memiliki banyak variasi dan pilihan, baik jenjang TK, SD hingga PT. Demikian pula dengan model atau pola pendidikan yang dibawa dan dikembangkan oleh sekolah-sekolah tersebut, terutama sekolah swasta.  Semua ini menjadi suatu pilihan yang menguntungkan bagi kalangan orangtua untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak tercinta mereka.

Dalam perkembangannya, sekolah swasta yang dikelola dan dikemas dengan baik dan profesional serta didukung sumber daya manusia yang handal dan dukungan dana yang mampuni mampu menjadi pesaing sekolah negeri yang favorit yang selama ini menjadi pilihan utama. Pengelolaan sekolah yang baik dan profesional menjadi salah satu daya tarik orangtua dari kalangan tertentu untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut, meski dengan biaya yang tidak sedikit. Biaya yang relatif mahal bukan menjadi penghalang untuk menyekolahnya anak-anak meraka.

Sekolah dengan pola atau sistem pendidikan yang bersifat konvensional mulai kurang mendapat tempat di hati kalangan orangtua calon siswa baru, sehingga pilihan untuk menyekolahkan anak-anak mereka diarahkan ke sekolah alternatif yang mulai banyak tumbuh di masyarakat. Salah satu sekolah alternatif tersebut diantaranya sekolah yang menerapkan perpaduan kurikulum umum dan agama, khususnya agama Islam.

Sekolah-sekolah yang bernuansa dan berbasis Islam yang dikemas dan dikelola secara modern dan profesional makin mendapat tempat di hati orangtua, khususnya bagi keluarga kalangan menengah ke atas. Pola pendidikannya menerapkan sistem yang memadukan pendidikan umum dan agama secara terpadu, sehingga siswa selain mendapatkan ilmu umum juga memiliki dasar-dasar ilmu dan amaliah agama yang kuat. Berbeda dengan sistem pendidikan dan kurikulum di sekolah negeri yang pada umumnya, sekolah yang berbasis agama ini mampu memadukan kurikulum umum dan agama secara relatif seimbang.

Kini, dengan semakin banyak sekolah alternatif yang dapat dipilih oleh orangtua calon siswa baru, dapat menurunkan minat orangtua untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah yang masih menerapkan pola dan sistem pendidikan yang konservatif. Kondisi demikian mungkin sudah mulai terasa saat ini, yaitu ketika banyak sekolah negeri (SD dan SMP) kekurangan siswa sebagaimana dibahas dalam Tajuk koran Banjarmasin Selasa, 28 Mei 2019, pada halaman 6 dengan judul “Kekurangan Murid Baru”, diantaranya disebutkan beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada tahun ajaran 2019/2020 tampaknya akan kekurangan murid baru. Ini terekam dalam hasil Penerimaan  Peserta Didik Baru sistem zonasi, awal Mei 2019. Wallahu a’lam.

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT

Statistik Pengunjung