Website Resmi UPTD SMPN 1 BAJUIN

Desa Tanjung Blok IIIA Kelurahan Tanjung Kec. Bajuin Kab. Tanah Laut - Kalsel

"Berilmu, Berakhlak Mulia, Berwawasan Lingkungan, dan Terampil Berlandaskan Iman & Tqwa"

REBUTAN SISWA, MENGAPA TERJADI?

Selasa, 07 Mei 2019 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 23 Kali

Menarik berita yang disajikan oleh koran Banjarmasin Post, Selasa, 7 Mei 2019, pada halaman 11 dengan judul “ Disdik Minta 3 Kepsek Tak Berebut Pendaftar”, dan subjudul “ Soal SMAN 1 Barambai Kurang Siswa “. Menurut beritanya, tiga kepala sekolah (Kepsek) SMAN di Batola, Kepsek SMAN 1 Barambai, Kepsek SMAN 1 Wanaraya dan Kepsek SMAN 1 Marabahan diharapkan saling berkomunikasi terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi (bukan online) pada Juli 2019 ini.

Memang, proses pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 belum dimulai, tetapi dalam persiapannya sudah ada prediksi atau perkiraan adanya salah satu sekolah akan mengalami kekurangan siswa. Pemberitaan yang diangkat oleh koran di atas terkait dengan PPDB pada jenjang SMA sederajat di Kabupaten Barito Kuala (Batola) Provinsi Kalimantan Selatan. Perkiraan akan adanya kekurangan siswa di sekolah membuat keprihatinan kepals sekolah, karena adanya sistem zonasi dan faktor eksternal lainnya, seperti yang diberitakan oleh koran di atas,

Kondisi sekolah kekurangan siswa ini juga pernah diberitakan oleh koran Banjarmasin Post sebelumnya seperti yang diberitakan pada Senin, 6 Mei 2019, pada halaman 9 dengan judul “ SDN Melayu 5 Hanya Dapat 8 Siswa”, yang dalam beritanya membahas masalah adanya sekolah (SD) yang sampai dengan berkahirnya PPDB beberapa waktu yang mendapatkan siswa yang tidak sesuai dengan harapan.

Menurut beritanya, masalah ketercukupan kouta siswa muncul setelah berakhirnya penerimaan peserta didik baru (PPDB) zonasi jenjang SDN di Kota Banjarmasin. Diketahui ada sejumlah sekolah yang masih kekurangan siswa baru. Seperti di SDN Melayu 5, Jalan Kampung Melayu. Sampai PPDB  zonasi jenjang SDN hari terakhir atau hari kedua, Jumat (3/5) lalu, di SDN Melayu 5 hanya delapan (8) siswa yang mendaftar. Padahal, SDN Melayu 5 itu rencananya akan menerima satu rombongan belajar (rombel) sebanyak 28 siswa. “ Siswa yang mendaftar di sekolah kami baru 8 siswa. Kami memerlukan 28 siswa,” kata Kepala SDN Melayu 5 di Jalan Kampung Melayu, Herawati, Minggu (5/5).

Kekurangan siswa yang dialami oleh beberapa sekolah dan daerah di Kalimantan Selatan beberapa tahun terakhir ini perlu mendapat perhatian semua pihak. Ada apa gerangan dengan fenomena sekolah semua jenjang pendidikan mengalami kekurangan siswa. Dengan adanya kekurangan siswa dapat saling berhubungan antara jenjang sekolah yang satu dengan lainnya. Misalnya, ketika pada jenjang SD sudah kekurangan siswa, maka akan berlanjut dengan jenjang SMP, SMA dan seterusnya. Jadi, tidak heran kalau suatu saat ada sekolah dari berbagai jenjang akan tutup atau digabung dengan sekolah lain karena tidak banyak lagi jumlah siswanya.

Satu sisi, sekolah jenjang SD mengalami kekurangan kelas, maka selanjutnya juga akan berdampak pada jenjang SMP, yang juga besar kemungkinan akan mengalami masalah kekurangan siswa juga. Kemudian, masalah kekurangan siswa dapat berdampak pada pengurangan jumlah guru dan masalah lainnya. Bagi sekolah negeri, dampak  kekurangan siswa berimbas pada pengurangan jumlah jam mengajar guru  dan dana  BOS yang diterima sekolah. Berkurangnya dana BOS dapat berdampak pula pada pengurangan honorer sekolah, baik guru maupun tenaga kependidikan lainnya. Sedangkan bagi sekolah swasta, akibat berkurannya jumlah siswa dapat menyebabkan sekolah tersebut tidak berkembang, atau bahkan tutup.  Semoga kekurangan siswa ini tidak berlanjut di tahun-tahun mendatang. Semoga.

###1470###

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT

Statistik Pengunjung