Website Resmi UPTD SMPN 1 BAJUIN

Desa Tanjung Blok IIIA Kelurahan Tanjung Kec. Bajuin Kab. Tanah Laut - Kalsel

"Berilmu, Berakhlak Mulia, Berwawasan Lingkungan, dan Terampil Berlandaskan Iman & Tqwa"

PROFESIONALISME GURU ,ANTARA HARAPAN dan KENYATAAN

Minggu, 07 April 2019 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 13 Kali

Pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan profesionalisme guru diantaranya meningkatkan kualifikasi dan persyaratan jenjang pendidikan yang lebih tinggi bagi tenaga pengajar mulai tingkat persekolahan sampai perguruan tinggi. Program penyetaaan Diploma II bagi guru-guru SD, Diploma III bagi guru-guru SLTP dan Strata I (sarjana) bagi guru-guru SLTA. Meskipun demikian penyetaraan ini tidak bermakna banyak, kalau guru tersebut secara entropi kurang memiliki daya untuk melakukan perubahan.

Selain sertifikasi,  upaya lain yang telah dilakukan di Indonesia untuk meningkatkan profesionalisme guru, misalnya KKG (Kelompok Kerja Guru) bagi guru SD sederajat, dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) bagi SMP dan SMA sederajat,  yang memungkinkan para guru untuk berbagi pengalaman dalam memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi dalam kegiatan mengajarnya.

Pengembangan profesionalisme guru harus dipandang sebagai proses yang terus menerus. Dalam proses ini, pendidikan prajabatan, pendidikan dalam jabatan termasuk penataran, pembinaan dari organisasi profesi dan tempat kerja, penghargaan masyarakat terhadap profesi keguruan, penegakan kode etik profesi, sertifikasi, peningkatan kualitas calon guru, imbalan, dan sebagainya dilakukan  secara bersama-sama dalam rangka pengembangan profesionalisme guru.

Profesionalisme guru  tidak dapat diukur dengan pangkat, gaji, atau jenjang pendidikan yang disandangnya.

Ketika berbicara profesionalisme guru maka tidak dapat dipisahkan dengan sejauhmana jiwa dan dedikasi seseorang yang menjadi guru mengbdikan dirinyan untuk mencerdaskan anak bangsa ini.  Guru yang profesional adalah guru yang memiliki jiwa dan dedikasi yang tinggi dalam mengabdikan dirinya untuk mendidik dan mengajar.  Dari jiwa yang memang terpanggil menjadi guru akan melahirkan sosok guru yang berdedikasi yang tinggi sehingga kemudian ia mau dan mampu menjadi  guru yang profesional karena panggilan nuraninya menuntunnya untuk berbenah diri menjadi guru yang terbaik dan profesional.

Perekrutan guru sekarang ini diharapkan mendapat tenaga guru yang berkualitas, baik dari segi pendidikannya maupun profesinya. Persyaratan pendidikan terakhir bagi seorang guru minimal S1 merupakan’ harga mati’ yang  mengisyaratkan kualifikasi akademik mumpuni dan terdidik. Dengan kualitas pendidikan yang tinggi, maka secara formal kemampuan dan keilmuan sudah mendekati sosok guru yang ideal. Profesionalisme akan tumbuh dan berkembang seiring dengan perjalanan karir dan kegiatan pendidikan dan pelatihan yang diikuti selama menjadi guru. Idealnya makin lama berkarir dan banyak mengikuti pendidikan dan pelatihan yang berhubungan dengan profesinya maka makin profesional dalam bidangnya.

Keberadaan guru yang profesional menjadi bagian yang terpenting dan strategis bagi masa depan bangsa ini. Tidak berlebihan kiranya,  bahwa sosok guru yang menjadi dambaan, idaman,  dan tumpuan harapan bangsa ini adalah guru-guru yang berjiwa pendidik sejati,  yang mengedapankan idealisme dalam kehidupan kepribadiannya,  dan  sikap profesional dalam melaksanakan tugasnya serta  berkerpibadian sederhana dalam sikap,perilaku, dan perbuatannya.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT

Statistik Pengunjung