Website Resmi UPTD SMPN 1 BAJUIN

Desa Tanjung Blok IIIA Kelurahan Tanjung Kec. Bajuin Kab. Tanah Laut - Kalsel

"Berilmu, Berakhlak Mulia, Berwawasan Lingkungan, dan Terampil Berlandaskan Iman & Tqwa"

GURU dan AKTIVITAS MENULIS

Jum'at, 05 April 2019 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 113 Kali

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi, maka berdampak pula terhadap aktivitas menulis. Dengan adanya apalikasi yang berkembang dalam media sosial saat ini, seperti facebook, istagram, dan whatapps, membuat banyak orang yang eksis di dunia maya melakukan aktivitas menulis dan mengirimkannya, selalin mengirim foto dan video.  Fenomena yang demikian, diharapkan semakin memberikan ruang bagi orang untuk melakukan aktivitas menulis, tidak terkecuali bagi  guru.

Dalam membahas guru dan aktivitas menulis, maka tidak salahnya penulis kutip hakikat menulis yang disampaikan oleh  Bahar Sungkowo, M.Pd, seorang guru yang aktif menulis karya tulis ilmiah dalam bukunya” Juara Lomba Menulis Ilmiah dengan 5 T dan Metode ‘ Asah Pena’ “. Beliau menyatakan, bahwa hakikat menulis merupakan kegiatan yang mengaplikasikan imajinasi, kreativitas dan inovasi seseorang melalui rangkaian kalimat yang bermakna dan memberikan inspirasi, pengetahuan dan berbagi pengalaman kepada para pembaca. Menulis adalah mengikuti pikiran kita serta mengeksplorasikan pikiran terhadap suatu problem, cita-cita, tujuan, dan program-program kita.

Selanjutnya, Bahar Sungkowo, M.Pd menyatakan menulis adalah denyut nadi guru. Betapa pentingnya denyut nadi dalam kehidupan manusia. Jika denyut nadi terhenti atau hilang, maka dapat dipastikan manusia tersebut meninggal dunia. Demikianlah, perumpamaan yang dikemukakan penulis banyak buku dan karya ilmiah tersebut, yang intinya mengungkapkan betapa pentingnya aktivitas menulis bagi seorang guru, karena menulis itu denyut nadinya, sehingga ketika guru tidak menulis, maka dapat dikatakan guru tersebut ‘ tidak hidup’  semangatnya.

Guru merupakan profesi yang berkembang dari waktu ke waktu, sehingga perlu ada ‘up date’ yang berkesinambungan atas berbagai metode atau model pembelajaran yang selalu ‘up to date’ terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, peran guru sangat penting untuk mampu meng’up date’ tulisannya yang bersumber dari penelitian atau pengalamannya mengajarnya yang perlu disebarluaskan kepada guru-guru yang lain. Melalui tulisan yang sebarkan oleh guru melului tulisan, baik berupa karya ilimiah, buku, jurnal, maupun artikel, sehingga akandapat memberikan banyak guru mengetahui perkembangan terbaru dalam pembelajaran.

Ada banyak objek dan permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam profesi guru. Dunia pendidikan merupakan dunia yang sangat komplek dan dinamis. Perkembangan  teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi sekarang ini juga memberikan andil yang tidak sedikit bagi dunia pendidikan.  Guru sebagai agen pembaharuan tentunya harus mengikuti proses perkembangan tersebut, sehingga tidak ketinggalam informasi dan gagap  teknologi.

Sejatinya kegiatan menulis tidak dapat dilepaskan dari profesi seorang guru, karena menulis merupakan salah satu cara guru mengembangkan profesinya agar terus terjaga dan meningkat, terlebih di era digital sekarang. Guru sudah atau bahkan setiap hari memberikan pelajaran kepada anak didiknya untuk menulis. Hal itu  sudah menjadi hal yang lumrah dan mudah dilakukan oleh guru. Lalu, mengapa ketika guru itu sendiri disuruh menulis, ia mengeluh dan mengatakan tidak dapat menulis?.  Sudah sepatutnya, guru menjadi motivator dan contoh bagi anak didiknya dalam hal menulis. Guru dapat  menulis apa saja  tentang profesinya sebagai guru dan dunia pendidikan pada. Permasalahannya, tergantung pada kemauan guru, kapan mengawali menulis itu sendiri.

Menulis dan profesi guru adalah dua hal yang harusnya sejalan dan  mampu saling mendukung. Misalnya, permasalahan guru dalam pembelajaran di kelas dapat menjadi sumber inspirasi untuk ditulis dalam bentuk tulisan formal seperti  laporan penelitian tindakan kelas (PTK) , paparan hasil inovasi pembelajaran (Inobel), makalah  best praktice, dan sebagainya. Dengan menulis, guru dapat memberikan solusi bagaimana memecahkan permasalahan dalam pembelajaran, dan tulisan tersebut menjadi bukti outentik dan bermanfaat bagi guru itu sendiri maupun pihak lain. Dengan menulis, guru telah menyumbangkan pengetahuan dan pengalamannya bagi khazanah dunia pendidikan

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT

Statistik Pengunjung