Website Resmi SMPN 4 PELAIHARI

Desa Tanjung Blok IIIA Kelurahan Tanjung Kec. Bajuin Kab. Tanah Laut - Kalsel

"Berilmu, Berakhlak Mulia, Berwawasan Lingkungan, dan Terampil Berlandaskan Iman & Tqwa"

DEMI UNBK, SEKOLAH TERPAKSA PINJAM LAPTOP SISWA

Selasa, 12 Maret 2019 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 4 Kali

Judul tulisan di atas, terinspirasi dari berita koran Banjarmasin Post, Senin, 11 Maret 2019, yang mengangkat judul beritanya pada halaman 9, dengan judul “ 45 SMP Negeri Terpaksa Pinjam Laptop Siswa”, dan subjudul “ SMPN Al Mazaya Karantina Siswa Delapan Hari “ . Dalam beritanya, geliat menyambut pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sudah dilakukan di masing-masing jenjang pendidikan. Sayangnya hingga kini belum semua sekolah  bisa menggelar UNBK secara mandiri. Akhirnya, mereka harus bergabung ke sekolah lain yang memiliki fasilitas lengkap. Misalnya dialami beberapa sekolah di wilayah Kabupaten Baritokuala (Batola). Dari 56 jumlah SMPN di Bumi Selidah, hingga kini baru 10 hingga 11 sekolahan saja yang memiliki fasilitas lengkap. Sisanya, 45 SMPN belum siap komputer dan laptop. Diharapkan bisa ikut UNBK dengan cara pinjam laptop ke guru, orangtua siswa.

Dalam pelaksanaan UN sekarang ini memiliki alternatif, mau ikut INBK atau UNKP, dan sekolah berhak menentukan sendiri pelaksanaan UN tersebut sesuai dengan kondisinya masing-masing. Bagi sekolah yang ingin melaksanakan UNBK secara mandiri, namun tidak memiliki komputer atau laptop yang cukup, maka dapat meminjam dengan guru dan orangtua siswa. Selain itu, sekolah juga dapat menentukan berapa sesi yang akan dilaksanakan dalam UNBK, karena dalam pelaksanaan UNBK tidak serentak peserta masuk ruang ujian. Ada sesi 1, sesi 2, dan sesi 3, sesuai dengan jumlah ruang ujian dan jumlah peserta.

Kenyataan menunjukkan, bahwapada umumnya  sekolah dalam rangka melaksanakan UNBK tahun 2019 ini masih belum siap dengan kelengkapan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan UNBK sebagaimana mestinya. Ketidakmampuan sekolah melengkapi fasilitas dalam melaksanakan UNBK tentunya dapat dimaklumi, sebab perlu banyak biaya untuk membeli komputer atau laptop, jaringan internet, LAN, dan sarana pendukung lainnya. Apabila semua keperluan dan fasilitas untuk pelaksanaan UNBK tersebut dibebankan kepada sekolah, maka tentunya sekolah banyak tidak mampu.

Namun demikian, masih ada pilihan untuk mengikutsertakan siswanya dalam pelaksanaan UNBK, yaitu dengan menumpang dengan sekolah terdekat yang memiliki fasilitas untuk UNBK, baik dengan bergabung dan bersamaan dengan SMP terdekat atau dengan SMA/SMK yang telah melaksanakan UNBK.  Selain itu, sekolah dapat pula tetap melaksanakan Ujian Nasional (UN) dengan berbasis kertas atau dikenal dengan UNKP (ujian nasional kertas pensil),  karena semua fasilitas dan kondisi sekolah tidak memungkinkan dengan UNBK.

Dalam pada itu, ada pula daerah yang berinisiatif menyediakan komputer atau laptop bagi semua sekolah yang ada di daerahnya. Hal ini sesuai dengan komitmen dan kemampuan pemerintah daerah diera otonomi daerah saat ini, seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Laut, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan laptop untuk setiap SMPN dengan asumsi sekitar seperti dari jumlah peserta ujian nasional (UN) tahun 2019 ini.  Sedangkan masing-masing sekolah menyediakan fasilitas lainnya, seperti jaringan internet, LAN, dan sebagainya.

Dengan adanya bantuan laptop dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, maka seluruh SMPN se Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2019 ini akan melaksanakan UNBK. Dalam pelaksanaan UNBK tersebut, ada sekolah yang menyelenggarakan UNBK secara mandiri, dan sebagian kecil bergabung dengan sekolah yang lainnya.

Komitmen dan kebijakan pemerintah daerah masing-masing, baik ekskutif maupun legilatif,  dapat menjadi kata kunci dalam upaya terlaksananya penyelenggaraan UNBK di daerah, sesuai dengan semangat dan prinsif otonomi daerah selama ini.

###1417###

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT

Statistik Pengunjung