Website Resmi UPTD SMPN 1 BAJUIN

Desa Tanjung Blok IIIA Kelurahan Tanjung Kec. Bajuin Kab. Tanah Laut - Kalsel

"Berilmu, Berakhlak Mulia, Berwawasan Lingkungan, dan Terampil Berlandaskan Iman & Tqwa"

KETIKA TRADISI HAUL MAKIN MARAK dan MERIAH

Kamis, 07 Februari 2019 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 84 Kali

Martapura ,Ibukota Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, memang sangat dikenal sebagai kota santri dan agamis. Kota yang memiliki pondok pesentren tertua dan terkenal di Kalimantan Selatan, atau bahkan seantero Kalimantan, memiliki tradisi melaksanakan haul, yaitu memperingati setahun meninggalnya tokoh ulama yang terkenal dan dikeramatkan oleh masyarakat.

Bagi masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya orang atau ‘urang’ Banjar, melaksanakan kegiatan haul itu merupakan sebuah tradisi untuk mengenang, mendoakan, dan menghormati orang yang sudah meninggal. Kegiatan haul bagi seorang ulama yang dikeramatkan akan lebih besar dan mengundang banyak kalangan atau lapisan masyarakat. Undangan bersifat umum dan terbuka bagi siapa saja yang ingin menghadiri kegiatan haul tersebut, tanpa terbatas jumlahnya.

Menurut penulis, ada kegiatan haul besar atau akbar yang selama beberapa tahun terakhir ini di Martapura. Pertama.  Kegiatan haul Datu Kalampayan atau Syekh Muhammad Arsyad al Banjari, yang dilaksanakan di Desa Dalam Pagar, Martapura Timur, yang pelaksanaannya seminggu sesudah Hari Raya Idul Fitri setiap tahunnya. Kedua. Kegiatan haul Guru Sekumpul, atau K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghoni yang biasanya kegiatannya berpusat di Musolla Ar Raudah Sekumpul, Martapura, yang dilaksanakan setiap 4 Rajab Hijriah.

Selain itu, kini  mulai marak tradisi mengadakan haul ulama-ulama lainnya yang makamnya ada di sekitar Martapura, Kabupaten Banjar. Pelaksanaan haul tersebut memang bersifat swadaya keluarga dan mendapat dukungan berbagai lapisan masyarakat  untuk penyediaan konsumsi, pelayanan, peralatan, dan sebagainya. Dukungan dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan haul ulama tersebut sungguh luar biasa, ada yang menyumbangkan dana, bahan makanan, tenaga, dan sebagainya.

Tradisi haul pada era sekarang ini semakin marak dan mudah diketahui masyarakat, karena adanya penyebaran informasi atau pemberitahuan yang luas melalui media sosial. Perberitahuan kegiatan haul itu cepat menyebar melalui pesan yang dikirim melalui media sosial yang mudah diakses masyarakat. Selain itu, kondisi infrastruktur dan akses jalan darat yang makin baik makin membuat para jamaah atau pengunjung dari berbagai daerah mudah datang untuk mengikuti kegiatan haul tersebut.

Sarana komunikasi dan transportasi yang sangat mendukung menjadikan makin maraknya tradisi haul yang dilaksanakan oleh masyarakat, khususnya haul ulama yang terkenal. Semangat untuk menghadiri kegiatan haul para ulama tersebut memang sangat tinggi di dalam masyarakat Kalimantan Selatan maupun urang Banjar yang ada di perantauan, seperti pada saat haul Datu Kalampayan dan Guru Sekumpul.  Dengan adanya kegiatan haul tersebut,  bagi yang di perantauan, juga  merupakan kesempatan untuk bersilaturrahim dan bertemu dengan sanak keluarga di kampung.

Kegiatan haul yang semakin marak dan berkembang di masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya Martapura, perlu dipelihara untuk menjaga syiar dan ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan semangat silaturrahim, kekeluargaan, dan ‘gawi sabumi’ atau gotong royong di masyarakat. Semoga.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT

Statistik Pengunjung